4 Tipe Pelanggan dan Cara Melayaninya Agar Bisnis Lancar

instagram marketing

Di artikel ini Anda akan mengetahui 4 tipe pelanggan atau customer yang akan Anda hadapi saat memasarkan sebuah produk.

Anda juga akan mengetahui cara terbaik untuk menghadapi mereka semua.

Jadi pastikan Anda membaca artikel ini sampai selesai.

“Pembeli adalah raja” pernah mendengar ungkapan itu?

Dalam sebuah bisnis, customer adalah bosnya, pelanggan adalah rajanya, maka dari itu Anda diharuskan melayani mereka dengan baik, karena saat mereka merasa nyaman, maka dompetnya akan terbuka untuk Anda.

Tapi tidak semua customer semudah itu membeli produk Anda, ada customer-customer rese, bukannya beli malah bikin jengkel.

Mari kita bahas tipe-tipe pelanggan dan bagaimana cara melayaninya..

Baca juga : 7 Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan Sibuk

Tipe-tipe Pelanggan dan Cara Melayaninya

tipe tipe pelanggan tipe tipe customer

1. Tipe Pelanggan Murah

Tipe yang pertama adalah pelanggan yang membeli barang berdasarkan harga.

Kalau harganya mahal dia tidak mau beli. Kalau murah, baru dia mau beli.

Pelanggan tipe ini biasanya punya kebiasaan langsung menanyakan harga saat pertemuan pertama.

Ketika Anda bertemu dengan pelanggan tipe ini, mereka akan langsung bertanya berapa harga produk Anda.

Padahal Anda belum sempat memberitahu manfaat apa saya yang akan mereka dapatkan melalui produk Anda, Anda juga belum sempat menjelaskan kelebihan produk Anda.

Pelanggan tipe ini akan langsung bertanya “berapa harganya?”

Dia tidak peduli dengan value produk Anda, yang ia pedulikan hanyalah harganya, kalau harganya cocok ya beli, kalau enggak ya tinggal, walaupun produk Anda penuh dengan value dan manfaat, mereka sama sekali tidak peduli.

Lalu bagaimana cara menghadapinya?

Kalau saya, saya memilih untuk tidak berjualan kepada mereka. Lebih baik cari customer lain.

Karena untuk pelanggan tipe ini, yang harus diubah adalah mindset mereka. Dan ini susahnya minta ampun.

Mending fokuskan energi Anda ke pelanggan yang tidak membeli sesuatu berdasarkan harga.

2. Pelanggan Sulit

Tipe kedua adalah pelanggan yang sulit.

Sulit untuk deal dan melakukan pembelian.

Segala cara sudah Anda lakukan untuk membujuknya agar mau beli produk Anda, tapi mereka tak kunjung beli.

Pelanggan tipe ini hampir mirip dengan tipe pertama tadi, mereka punya masalah di pola pikirnya, bawaannya negatif terus, jadi sejago apapun Anda menawarkan produk ke mereka, tetap tidak akan banyak berpengaruh.

Banyak hal negatif di pikirannya, dan beberapa kata yang sering diucapkannya adalah 

  • Hidup saya lagi susah nih
  • Aduh saya gak punya waktu

Anda bisa merasakan aura negatifnya? 

Kalau Anda bertemu customer tipe ini, saya sarankan agar cepat menghindar dan cari customer baru.

Karena energi positif Anda akan sia-sia.

Dan kesalahan para pebisnis biasanya mereka menarget pelangga tipe 1 dan tipe 2 sebagai target mereka, yang jelas-jelas tidak akan membeli produk apapun yang mereka tawarkan.

3. Pelanggan Mandiri

Tipe yang ketiga ini, mereka adalah orang-orang yang punya uang dan mampu beli produk Anda.

Kemungkinan besar sudah teredukasi sebelumnya, dan tipe ini tahu persis apa yang akan mereka beli.

Mereka tau tentang produk dan bisnis Anda, mereka sudah riset sana sini bahkan sudah bertanya pada beberapa orang tentang produk Anda.

Contohnya jika mereka hendak membeli sebuah mobil, mereka tahu betul mau merk apa, tipe apa, fitur yang mereka inginkan seperti apa, warna apa dan kapasitasnya berapa.

Kalau mereka harus mencicil, mereka juga tahu harus membayar lewat mana dan sudah mempersiapkan planning keuangannya.

Untuk menghadapi pelanggan tipe ini, Anda bisa memberi edukasi kepada mereka dan mereka akan mengapresiasi Anda, menyukai Anda karena Anda memberikan informasi tambahan kepada mereka.

Dan itu akan menumbuhkan kepercayaan di benak mereka.

Tapi kadang, saat Anda menghadapi pelanggan tipe mandiri ini, Anda harus sabar, karena mereka butuh WAKTU. Waktu untuk berpikir, beri mereka jeda.

Saat Anda memberikan penawaran, mungkin mereka akan tertarik dan akan mengajukan banyak pertanyaan.

Pertanyaan yang mereka ajukan berbeda dengan pertanyaan pelanggan sulit, pelanggan sulit biasanya menanyakan pertanyaan yang diluar logika tapi pelanggan mandiri akan bertanya dengan pertanyaan yang cerdas.

Contoh :

  • Berapa lama garansinya
  • Fitur dan benefit

Setelah itu mereka akan meminta waktu sebentar untuk melakukan riset dan meyakinkan diri sebelum kemudian kembali pada Anda untuk membeli produk Anda.

Mereka akan bilang “Saya akan kembali lagi” 

Pelanggan mandiri akan benar dengan perkataannya, mereka akan kembali lagi setelah minta waktu untuk berpikir dan meyakinkan diri.

Berbeda dengan pelanggan sulit, mungkin mereka akan mengucapkan hal yang sama “Saya akan kembali lagi”, tapi sebetulnya mereka tidak akan kembali pada Anda.

4. Pelanggan Sejahtera

Pelanggan tipe ini, mereka adalah orang-orang yang membeli sebuah produk bukan karena harga, bukan karena manfaat produknya, tapi mereka membeli berdasarkan FEELING atau PERASAAN.

Contohnya saat mereka membeli mobil, mereka tidak peduli dengan fitur dan manfaatnya, mereka tidak peduli dengan berapa kekuatannya, mereka hanya peduli dengan “ini mobil keren”

Mereka menggunakan perasaan. Itulah standar mereka “keren atau tidak”.

Saat mereka ingin membeli sebuah produk dan ternyata produk itu keren menurutnya dan mereka mampu untuk membelinya, mereka akan langsung beli tanpa pikir panjang. 

Kalau Anda saat ini mempunyai sebuah bisnis, saya sarankan untuk menarget pelanggan tipe 3 dan 4 saja, jauhi tipe nomor 1 dan 2.

komunitas sbo sukses bisnis online fajar hidayat jarhie

Jarhie adalah seorang Blogpreneur & Internet Marketer yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia internet marketing, selain itu Jarhie adalah founder dari Komunitas SBO dan Sekolah Blogger

No Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.