Reseller: Arti Reseller, Cara Kerja & Keuntungan Menjadi Reseller (Terlengkap)

RESELLER ADALAH PENGERTIAN RESELLER KELEBIHAN RESELLER APA ARTI RESELLER
komunitas sbo sukses bisnis online fajar hidayat jarhie

Reseller adalah sebuah model bisnis yang banyak dicari sejak mewabahnya marketplace dan bertumbuhnya bisnis online.

Anda suka belanja online? Kalau iya, istilah reseller dan dropshipper harusnya tidak asing lagi di telinga Anda.

Walaupun sering disebutkan berdampingan, faktanya reseller dan dropshipper mempunyai arti dan cara kerja yang berbeda.

Artikel ini akan membahas pengertian reseller, bagaimana cara kerjanya dan apa saja keuntungan ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang reseller.

Pastikan Anda membaca artikel ini sampai selesai.

Kurang lebih inilah yang akan kita bahas.

  • Pengertian reseller
  • Cara kerja reseller
  • Kelebihan dan kekurangan reseller
  • Perbedaan reseller dan dropshipper
  • Pilih reseller atau dropshipper
  • Panduan menjadi reseller sukses

Pengertian Reseller

Reseller adalah orang yang menjualkan sebuah produk dan mendapatkan penghasilan dari selisih diskon yang diberikan oleh pemilik produk.

Atau bahasa gampangnya: reseller adalah orang yang menjualkan kembali sebuah produk.

Begini analoginya…

Saat Anda menjadi reseller sebuah produk, biasanya si pemilik produk akan memberikan diskon pada setiap pembelian yang Anda lakukan, sebagai imbalan karena Anda telah membantu menjualkan produk mereka.

Tidak ada ketentuan baku perihal besaran diskon yang diberikan, biasanya brand atau pemilik produk sudah mempunyai aturannya sendiri, mulai dari 5% hingga 30% bahkan ada yang memberikan potongan sampai 40%.

Beda brand beda aturan, jadi pintar-pintarlah memilih brand yang akan Anda jualkan produknya, karena hal ini akan berpengaruh pada penghasilan yang akan Anda peroleh.

Cara Kerja Reseller

Begini cara kerja reseller.

Pertama, reseller akan membeli produk ke pemilik produk atau yang sering kita sebut sebagai brand, distributor atau supplier.

Kemudian distributor akan memberikan harga yang jauh lebih murah, atau biasanya disebut dengan ‘harga reseller’.

Tentu jika Anda ingin menjadi reseller, ada syarat dan ketentuan yang harus Anda sepakati bersama pemilik produk.

Biasanya pemilik produk mempunyai beberapa syarat agar Anda bisa mendapatkan ‘harga reseller’, ada yang menggunakan minimal pembelian atau syarat-syarat lainnya.

Setelah itu, barulah reseller menjualkan lagi produk yang telah ia beli dari distributor, tentu dengan harga normal, dan disinilah dia mendapatkan keuntungan.

Berikut adalah beberapa contoh reseller.

Ini adalah reseller resmi dari produk-produk Apple.

Saat Anda membeli iPhone seharga 10 juta di toko ini, kemungkinan toko ini hanya membeli seharga 8 juta langsung ke Apple-nya.

Tentu harga pastinya saya tidak tahu, angka 8 juta hanya perkiraan saja, yang pasti mereka beli dengan harga yang lebih murah.

Itu artinya toko ini punya untung 2 juta dari setiap iPhone yang terjual, karena mereka bisa menjual kepada Anda seharga 10 juta.

Mari kita lihat marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan lainnya.

reseller adalah pengertian reseller

Produknya sama, tapi kok hargnya berbeda ya?

Perbedaan harga ini disebabkan oleh besaran keuntungan yang ingin didapatkan oleh para reseller, dan hal ini terserah mereka.

Begini ilustrasinya…

Untuk produk D90 Desktop Mini Fan diatas, pemilik produk mungkin memberikan harga reseller Rp. 30.000,-, kemudian merchant yang menjadi resellernya menjualkan kembali dengan harga yang bervariasi terserah mereka.

Bagi reseller yang menjual lagi dengan harga Rp. 34.900,- berarti mereka hanya mengambil untung sebesar Rp. 4.900,-.

Begitupun seterusnya, bagi yang menjualnya dengan harga Rp. 53.000,- berarti toko ini mempunya keuntungan Rp. 23.000,- per produk yang terjual.

Makanya sering terjadi yang namanya ‘perang harga’ di marketplace.

Semoga terbayang.

Apa Kelebihan Menjadi Reseller?

Saat Anda memutuskan untuk menjadi reseller, maka Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan, berikut diantaranya.

Lebih leluasa mengelola stok barang

Kendali stok barang 100% ada di tangan Anda.

Anda bisa menentukan produk apa saja yang harus diperbanyak stoknya dan produk mana yang tidak perlu.

Karena jika ingin menambah stok produk, maka Anda tinggal membelinya ke distributor/pemilik produk, begitupun sebaliknya, jika tidak ingin menambah stok, Anda tidak perlu melakukan pembelian.

Kalau produk A sedang ramai di pasaran, banyak orang yang cari dan terbukti penjualannya tinggi, Anda bisa genjot lagi stoknya.

Pokoknya semuanya Anda yang atur.

Tidak terpaku pada satu produsen

Sebagai reseller, Anda boleh berjualan berbagai macam produk dari berbagai macam produsen.

Karena tidak ada peraturan yang menyatakan bahwa jika Anda menjual produk A dari produsen B, maka Anda tidak boleh jualan produk C dari produsen D.

Semuanya bebas.

Contoh :

Jika Anda telah menjadi reseller produsen payung, maka Anda diperbolehkan juga untuk menjadi reseller produsen jas hujan atau sejenisnya.

Menentukan besaran keuntungan sendiri

Sebagai reseller Anda bisa menentukan berapa untung yang ingin Anda dapatkan.

Jika Anda membeli produk seharga Rp. 50.000,- maka Anda bebas menentukan harga jualnya, itu artinya Anda bebas menentukan keuntungan Anda sendiri.

Kalau Anda ingin untung Rp. 20.000,- per produk, maka harga jual yang Anda tawarkan adalah Rp. 70.000,-.

Kekurangan Menjadi Reseller

Di samping banyaknya kelebihan yang akan Anda dapatkan, menjadi reseller tetap mempunyai beberapa kekurangan, ini diantaranya.

Butuh modal di awal

Sebelum Anda menjualkan sebuah produk, yang harus Anda lakukan adalah membeli produk tersebut dari produsen.

Dan ini butuh modal/uang.

Tapi hal ini bisa diakali dengan cara menawarkannya dulu kepada calon customer, jika ternyata ada yang tertarik baru Anda beli produknya ke produsen.

Trik ini bisa dipakai saat Anda belum mempunyai cukup modal untuk stok barang dari produsen.

Perlu tempat penyimpanan (gudang)

Semua produk yang akan Anda jual tentu harus disimpan di suatu tempat, apalagi jika Anda mengambil produk dari beberapa produsen.

Trik yang bisa Anda gunakan adalah membuat sebuah rak atau lemari khusus stok produk yang akan Anda jualkan.

Mengerjakan semuanya sendiri

Menjadi seorang reseller, Anda dituntut untuk mampu meng-handle banyak hal, mulai dari pemasaran, service kepada customer, pengemasan produk hingga pengiriman.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Lalu apa perbedaan mendasar antara reseller dan dropshipper?

Stok produk

Agar bisa berjualan, reseller diharuskan untuk membeli produk ke produsen sebagai stok dengan jumlah yang tidak sedikit.

Karena semakin banyak produk yang dibeli, biasanya ada potongan khusus yang diberikan oleh produsen, sehingga ketika dijual lagi, si reseller mendapat magrin/keuntungan yang lebih besar.

Sedang dropshipper tidak perlu memiliki stok barang, dropshipper hanya fokus pada marketing dan pelayanan customer saja.

Modal

Menjadi reseller tentu butuh modal terutama modal yang berbentuk uang.

Karena reseller harus membeli produk dari produsen dan itu butuh biaya yang tidak sedikit.

Berbeda dengan dropshipper, mereka hampir tidak keluar biaya, karena tugas mereka hanya menjadi perantara saja antara customer dan pemilik produk.

Promosi

Dalam hal promosi, reseller lebih leluasa melakukannya, karena mereka yang pegang kendali.

Karena memiliki stok produk, mereka bisa mengatur jurus promosi apa yang mereka pakai, mereka bebas memberikan diskon atau membuat bundling produk.

Lain halnya dengan dropshipper, mereka tidak memiliki akses stok produk, sehingga terlalu beresiko jika promosi dilakukan jor-joran.

Kenapa? Karena saat permintaan tinggi dan mereka tidak bisa akses stoknya, bisa-bisa customer kecewa karena kehabisan produk, ini berpengaruh pada brand si dropshipper.

Keuntungan

Dari segi keuntungan, biasanya reseller akan mempunyai keuntungan yang lebih besar, karena ketika mereka membeli produk pada produsen dalam jumlah banyak, tentu harganya pun akan lebih murah, dan itu berarti selisih keuntungannya jauh lebih besar.

Dropshipper tidak seleluasa itu, karena produsen biasanya tidak memberikan diskon terlalu banyak pada dropshipper, sehingga keuntungan yang didapat pun tidak sebesar reseller.

Resiko

Seorang reseller mempunyai resiko kerugian lebih tinggi, resiko barang tidak laku, resiko barang rusak, dll.

Dropshipper mempunyai resiko yang lebih kecil, karena ketika mereka mempromosikan sebuah produk dan ternyata tidak laku, dia tidak mengalami kerugian apa-apa.

Fleksibel

Di ranah fleksibilitas tentu dropshipper lebih unggul.

Karena saat terjadi pembelian para produk yang dijual reseller, dia harus mengurusi packing dan pengiriman (kalau jualan online).

Sedangkan dropshipper tugasnya hanya promosi saja, dan promosi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, karena saat ini semuanya sudah bisa diakses menggunakan handphone.

Pilih Reseller atau Dropshipper?

Jawabannya: tergantung.

Tergantung Anda.

Apabila Anda mempunyai modal cukup dan ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak, tentu pilihan terbaik adalah menjadi reseller.

Dengan catatan Anda harus punya tim kecil, minimal untuk admin dan packing, kecuali Anda mampu mengerjakannya sendiri.

Tapi jika Anda orangnya tidak mau ribet, Anda cocok menjadi dropshipper, resiko kecil, dan tugasnya hanya promosi dan melayani customer.

Selebihnya ditangani oleh produsen, seperti packing dan pengiriman.

Baca juga : Jualan Laris dengan Copywriting

Tips untuk Menjadi Reseller & Dropshipper Sukses

Apapun pilihan Anda, ada satu hal yang harus dikuasi oleh keduanya, yaitu ilmu marketing.

Anda bisa mempelajarinya di YouTube, Blog, E-Course dan buku-buku bisnis.

Kalau Anda serius, saya punya rekomendasi beberapa buku yang mungkin bisa Anda baca.

Saya sudah membacanya dan isinya luar biasanya, makanya saya rekomendasikan ke Anda.

Berikut buku-buku yang bisa Anda baca :

1. Easy Copywriting

Buku ini membahas lengkap teknik copywriting. Jika Anda akan berjualan online, maka ini adalah ilmu wajib yang perlu Anda kuasai.

Dalam buku ini, Anda akan mempelajari hal-hal berikut ini :

  • Cara menulis copywriting sesuai dengan media yang dipakai untuk promosi
  • Rahasia membuat headline yang powerfull dan menarik untuk produk
  • Cara melakukan taktik promosi yang sudah terbukti berhasil
  • Bagaimana agar tidak melakukan kesalahan yang seringkali dilakukan dalam membuat copywriting
  • Tips membuat copywriting yang bersifat persuasif
BELI DISINI

2. The Power of WhatsApp

Siapa yang tidak pakai WhatsApp, kini hampir semua menggunakannya, termasuk calon customer Anda.

Maka dari itu Anda butuh tips & trik agar bisa berjualan via WhatsApp.

Dalam buku ini Anda akan mempelajari :

  • Mindset yang benar dalam bermain Whatsapp Marketing
  • Teknik sederhana mendapatkan ribuan kontak Whatsapp calon pembeli
  • Langkah demi langkah menggunakan fitur Whatsapp yang menghasilkan penjualan
  • Pola copywriting yang menjual di Whatsapp
  • Formula banjir closing dengan Whatsapp Marketing
  • Cara mudah memahami dan menjalankan funneling di Whatsapp
  • Rahasia melipatgandakan omzet dengan Whatsapp
  • Teknik chatting agar mudah closing
BELI DISINI

FAQ

Apa arti Reseller?

Reseller adalah orang yang menjualkan sebuah produk dan mendapatkan penghasilan dari selisih diskon yang diberikan oleh pemilik produk.

Bagaimana cara kerja Reseller?

Reseller membeli produk pada distributor/pemilik produk dengan harga yang lebih murah, kemudian mereka menjualkannya kembali dengan harga pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.