Pengalaman Mengikuti Lomba Blog Semi SEO

Pengalaman Mengikuti Lomba Blog

Pengalaman mengikuti lomba kali ini merupakan kali keempat bagi saya, atau mungkin kelima. Dari kelima lomba itu, Alhamdulillah saya berhasil menang satu kali dengan hadiah gadget terbaru yang waktu itu berbandrol hampir 10 juta. Empat dari lima lomba tersebut adalah lomba blog biasa dengan konten sebagai penilaiannya.

Bulan lalu, seorang rekan di Facebook meng-upload informasi lomba yang diadakan oleh salah satu brand kuliner di Bandung, bukan lomba biasa, lomba kali ini menjadikan SEO sebagai poin penting dalam proses penilaian. Tulisan yang nantinya berhasil mejeng di halaman satu Google, itulah pemenangnya.

Karena penasaran, saya memutuskan untuk ikut serta dalam lomba tersebut, sekaligus uji nyali. Kenapa uji nyali? Perlu teman-teman tau, di luaran sana banyak orang yang rela mengeluarkan jutaan rupiah agar website/blognya selalu berada di ranking pertama Google dengan meminta bantuan para internet marketer dan master SEO. Dengan ilmu SEO yang belum ada apa-apanya ini, saya siap ‘bertarung’ dengan para master.

Sampai saat ini, saya masih bingung teknik SEO mana yang paling manjur untuk digunakan, sejauh ini saya hanya menerapkan teknik SEO on page saja, belakangan di Facebook tersebar curhatan seorang master yang semua teori SEO-nya tidak berdaya di hadapan ibu-ibu dengan blog gratisan dan artikel tanpa optimasi, ibu-ibu ini mentarget keyword yang cukup pendek tapi berhasil nangkring di rangking satu Google, ibu ini menuturkan bahwa caranya cuman satu, menulis judul dengan menggunakan huruf kapital dan itu terbukti ampuh. Jadi makin bingung.

Tipe-tipe Peserta Lomba

Setiap kali ikut lomba blog, ada beberapa tipe peserta yang akan kita temui :

Pertama, ada peserta yang ingin paling dulu memosting tulisannya, tapi peserta model ini sangat jarang di temui, kecuali kalau peraturan lombanya seperti ini “tulisan yang paling awal di publikasi akan mendapat penilaian lebih”. Ada sisi positif jika kita memosting tulisan lebih awal, tulisan kita akan dijadikan rujukan oleh orang lain dan sedikit banyaknya mereka akan meniru.

Kedua, ada peserta yang memosting tulisannya di tengah-tengah periode lomba, setelah ia baca milik orang lain, dia akan menulis versi dirinya sendiri, dengan harapan tulisannya akan lebih komplit dan berisi.

Ketiga, ada peserta yang memosting tulisannya di akhir periode penutupan lomba. Misalkan lomba berakhir pada tanggal 30 April jam 24.00, maka si peserta ini akan memosting tulisannya di tanggal 30 April dan hampir mendekati batas waktu, peserta model ini jumlahnya banyak sekali.

Peserta lomba dengan tipe ketiga ini pernah saya jumpai ketika dulu pengalaman mengikuti lomba blog pertama kali, dan dia menjadi pemenang, setelah di baca isi tulisannya, ternyata semacam kumpulan intisari dari tulisan-tulisan peserta lain yang sudah diposting lebih awal, tentu dengan gaya bahasa yang berbeda.

Lomba kemarin adalah pengalaman mengikuti lomba blog pertama kali dengan SEO. Banyak sekali ilmu yang saya pelajari dari lomba semacam ini, yang bertugas untuk menentukan rangking di halaman satu Google ada Google Bot, robot akan menelusuri metadata tulisan kita, tapi sayangnya banyak orang menulis tidak human reading karena mereka tahu bahwa yang menentukan ranking adalah robot, sehingga tulisan agak susah dicerna, yang penting robot itu mengerti dan bisa menempatkan tulisannya di halaman satu.

Ingat, kita menulis bukan untuk robot, kita menulis untuk manusia.

 

Salam hangat,

Jarhie.

211 total views, 0 views today

No Comments

Leave a Comment