Museum Sri Baduga, Berwisata Mengenal Sejarah Tatar Sunda

Museum Sri Baduga

Sebelum saya bahas apa saja yang ada di Museum Sri Baduga Bandung, mari kita coba lihat definisi Museum menurut Wikipedia. Menurut Wikipedia, museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, konservasi, riset yang tujuannya adalah untuk dipamerkan kepada masyarakat agar bisa memenuhi beberapa kebutuhnan seperti studi, pendidikan dan kesenangan.

museum sri baduga bandung

Karena minggu ini tidak ada agenda apapun, saya memutuskan untuk mengunjungi Sri Baduga yang beralamat di Jalan BKR dekat Lapangan Telaglega Bandung. Museum ini mempunyai desain gapura menyerupai candi-candi yang ada di Jawa yang mana bahan baku utamanya adalah batu bata merah. Selain gapuranya yang khas, bangunan Museum ini juga mengadaptasi desain suhunan panjang, yaitu bangunan khas Jawa Barat.

museum sri baduga

Foto : Kereta Kencana Paksi Naga Liman

Setelah memasuki gerbang dan memarkirkan kendaraan, kita akan disambut oleh kotak kaca yang berukuran cukup besar berisi Kereta Kencana Paksi Naga Liman, kereta kencana milik Kraton Kanoman ini biasa ditarik oleh enam ekor kuda karena ukurannya yang memang cukup besar. Nama Paksi Naga Liman adalah gabungan dari tiga nama hewan, yaitu Paksi (Burung Garuda), Naga (Ular) dan Liman (Gajah).  Kereta kencana ini digunakan oleh para Sultan Kerajaan dan memiliki teknologi yang cukup canggih pada zamannya, karena sudah dilengkapi suspensi pada rodanya sehingga Sultan tetap nyaman ketika melewati jalan yang berlubang atau kurang bagus.

Selanjutnya, saya masuk ke bagian dalam. Museum ini terdiri dari tiga lantai dengan ciri khasnya masing-masing.

Koleksi Museum Sri Baduga

Lantai satu, menampilkan sejarah masyarakat sunda. Kita bisa melihat prasasti, fosil hewan, fosil tumbuhan dan sejarah Bandung zaman dulu. Bandung dulunya adalah sebuah danau besar yang sekarang sering kita sebut Danau Bandung Purba, makanya kalau kita melihat Bandung dari dataran yang lebih tinggi, Bandung akan terlihat mempunyai cekungan ditengahnya.

museum sri baduga bandung

Selain itu, di lantai satu ini juga dipamerkan sebuah replika Goa Pawon yang dimana Goa Pawon adalah tempat penemuan fosil manusia purba, menurut para ahli, inilah manusia sunda pertama yang hidup di sekitaran Danau Bandung Purba.

Selanjutnya lantai dua, disini kita bisa melihat awal masuknya ajaran Islan yang dibawa oleh Sunan Kalijaga. Menampilkan naskah-naskah zaman dulu yang berisi cerita-cerita dan ada juga naskah Al-Quran lengkap dengan adanya Bale, Bale adalah bangunan sederhana terbuat dari kayu yang sedikit mempunyai arsitektur tiongkok  yang dulunya digunakan untuk tempat mengaji.

museum sri baduga

Foto : Naskah-naskah kuno

Lantai dua ini lebih banyak menampilkan peralatan yang sering digunakan oleh masyarakat sunda zaman dulu, mulai dari tempat tidur, interior, baju adat hingga alat-alat pertanian. Sebagian alat-alat ini masih digunakan sampai sekarang, terutama alat-alat pertanian dan perikanan.

Baca juga : Museum Bale Panyawangan, Museum Keren dan Inovatif

Naik lagi ke lantai tiga, disini memamerkan adat istiadat dan alat-alat masyarakat sunda modern yang sekarang banyak digunakan. Ada timbangan, angklung, wayang golek, gamelan dan mainan-mainan tradisional yang tidak asing bagi anak yang lahir di tahun 90an, termasuk saya. Ada congklak, dam-daman, kolecer, gasing, gatrik dan masih banyak lagi.

Alamat Museum Sri Baduga

Jl. B.K.R No. 185 Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Jadwal Berkunjung Museum Sri baduga

Senin                     : Tutup
Selasa – Jumat    : 08.00 s.d 16.00 WIB
Sabtu – Minggu  : 08.00 s.d 14.00 WIB
Libur Nasional    : Tutup

Tiket Masuk Museum Sri Baduga

Anak-anak (TK, SD, SMP)                          : Rp. 2.000,- / orang
Dewasa (SMA, Mahasiswa, Umum)         : Rp. 3.000,- / orang

1,286 total views, 0 views today

Hosting Unlimited Indonesia

6 Comments

Leave a Comment