Museum Bale Panyawangan, Museum Keren dan Inovatif

Museum Bale Panyawangan Diorama Purwakarta

Museum Bale Panyawangan – Kapan terakhir kali kita mengunjungi museum? Dalam sebulan terakhir saya berkesempatan mengunjungi beberapa museum di Jakarta dan Purwakarta. Museum, sebuah tempat yang penuh jika ada kunjungan belajar anak-anak sekolah, tempat orang mencari tugas kuliah, selain kegiatan tersebut biasanya museum akan sepi apalagi jika museum kurang terawat dan tidak nyaman untuk dikunjungi. Jarang sekali orang yang meluangkan waktunya untuk sengaja berwisata ke museum. Padahal dengan berkunjung ke museum, kita akan mendapat ilmu baru yang berguna bagi kita.

Di Bandung, ada banyak museum yang menarik untuk dikunjungi seperti museum Sri Baduga dan Museum Geologi Bandung. Museum Geologi berisikan benda-benda unik yang jarang kita temui, seperti tulang belulang dinosaurus ataupun tengkorak-tengkorak manusia purba Indonesia yang ditemukan diberbagai tempat seluruh Indonesia. Cocok sekali dijadikan destinasi wisata dan sarana edukasi bagi anak-anak.

Lain di Bandung lain di Purwakarta, kini Purwakarta mempunyai sebuah metode baru dalam misi memperkenalkan sejarah sunda dan arsip-arsip daerah Purwakarta. Museum Bale Panyawangan Diorama Purwakarta, sebuah museum yang menampilkan sejarah kerajaan sunda dan arsip daerah dirancang sangat menarik, perpaduan antara arsip, seni dan teknologi. Pembangunan Museum Bale Panyawangan Diorama Purwakarta diprakarsai oleh Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi, museum ini dibangun untuk mengangkat peranan arsip sebagai bagian penting dari proses kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

museum bale panyawangan

Bagian dalam Museum Bale Panyawangan

museum bale panyawangan

Prasasti Sejarah Tatar Sunda

Ada Sembilan segmen materi di Museum Bale Panyawangan Diorama Purwakarta :

  1. Bale Prabu Maharja Linggabhuawana, bale ini berisikan tentang sejarah kerajaan sunda, dari raja pertama sampai terakhir. Ada pula replika prasasti kerjaan sunda yang menjadi bukti betapa besarnya kerajaan sunda saat itu.
  2. Bale Prabu Niskala Wastukencana, menampilkan wall of fame para pemimpin Purwakarta, sampai pemimpin terakhir yaitu Kang Dedi Muyadi.
  3. Bale Prabu Dewaniskala yang menggambarkan Purwakarta dari masa ke masa. Mulai jaman Mataram, VOC, dan Hindia Belanda sejak tahun 1620-1799
  4. Bale Prabu Ningratwangi, menyajikan Purwakarta di masa pendudukan Hindia Belanda tahun 1800-1942
  5. Bale Prabu Jayaningrat yang menampilkan Purwakarta saat masa pergerakan nasional dan pendudukan Jepang
  6. Bale Prabu Ratudewa. Di Bale ini kita akan disajikan keadaan Purwakarta waktu masa kemerdekaan di tahun 1945-1950. Mulai peristiwa Rengasdengklok hingga jaman Demokrasi Liberal
  7. Bale Prabu Nilakendra yang menyuguhkan Kota Purwakarta di masa Demokrasi Terpimpin di tahun 1959-1967
  8. Bale Prabu Surawisesa. Bale ini menampilkan Kota Purwakarta ketika masa pemerintahan Orde Baru dan era reformasi hingga saat ini
  9. Bale Ki Pamanah Rasa yang merupakan bagian terakhir dari museum ini yang menampilkan Digjaya Purwakarta Istimewa tahun 2008-2018.

Beberapa hal yang patut kita coba saat ke Museum Bale Panyawangan Diorama Purwakarta :

Mural tangga cinta Purwakarta istimewa

Setelah selesai mengunjungi Bale Prabu Maharaja Linggabhuawa, kita akan diajak oleh petugas melihat mural tangga cinta Purwakarta. Kita akan mengetahui pemimpin-pemimpin Purwakarta sejak masa kepemimpinan R.H.S Ronggo Waluyo hingga Kang Dedi Mulyadi.

museum bale panyawangan

Mural tangga cinta Purwakarta Istimewa

Mengelilingi Purwakara dengan sepeda virtual

Selain sejarah sunda dan Purwakarta, kita bisa mengelilingi dan melihat-lihat Purwakarta melalui sepeda onthel dengan tiga LCD besar. Video dalam LCD akan berjalan jika kita mengayuh sepeda yang ada didepannya, kita seakan berada di wahana permainan. Jika sudah dirasa cukup dan kita hentikan kayuhan sepedanya, maka video akan berhenti secara otomatis.

museum bale panyawangan

Mengelilingi Purwakarta menggunakan sepeda onthel

Berfoto bersama Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi

Bagi kita yang tidak sempat bertemu dengan Kang Dedi mengingat kesibukan beliau yang sangat padat, jangan khawatir karena di Museum Bale Panyawangan kita berfoto bersama Kang Dedi Mulyadi, tapi Kang Dedi dalam bentuk digital yaa. Ini yang baru saya temukan, caranya mudah sekali, kita tinggal atur posisi didepan layar seperti bercermin, kosongkan bagian tengah, kemudian petugas museum akan menekan tombol yang ada di layar tersebut, beberapa saat kemudian Kang Dedi akan muncul dalam layar, kita tinggal menyesuaikan posisi supaya tidak terhalangi dan posisinya pas. Ada beberapa gestur dan pakaian yang digunakan Kang Dedi, kita hanya tinggal menyesuaikan. Kita bisa memiliki hasil fotonya, karena bisa langsung dicetak ditempat secara instan.

museum bale panyawangan

Foto asik bersama Kang Dedi Mulyadi

Menonton sejarah Purwakarta di teater mini

Setelah berkeliling melihat-lihat dan mencoba berbagai hal, kita akan dipandu ke teater mini sebagai sajian terakhir. Dalam teater ini kita bisa menyaksikan sejarah Purwakarta dan foto-foto Purwakarta yang diambil melalui drone. Ada satu ritual unik ketika kita masuk ke teater ini, sebelum menonton sejarah Purwakarta, kita diharuskan untuk bergoyang. Goyang maranggi, goyangan khas Purwakarta. Di layar teater akan diputarkan lagu dan tutorial goyang maranggi, semua yang telah memasuki teater wajib hukumnya mengikuti video tersebut, itu peraturannya. Tapi asyik juga lho, sampai si Mba-mba petugasnya juga ikut goyang. Bagi yang penasaran, ini video tutorial yang harus kita ikuti ketika masuk museum

Bagaimana? Tertarik mengunjungi Museum Bale Panyawangan? Berikut ini jadwal kunjungan yang kita bisa pergunakan :

Bale Panyawangan Diorama Purwakarta

Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu – Minggu : 09.00 – 13.00 WIB
Alamat di Jl. K.K Singawinata, dekat stasuin kereta api Purwakarta.

Oh iya, selain museumnya yang keren, petugas museumnya cantik-cantik lho. Hihi

 

JIKA BERMANFAAT, SILAKAN SHARE TULISAN INI YA (KLIK ICON)

No Comments

Leave a Comment