Serunya Mengarungi Sungai Martapura di Kalimantan

Sungai Martapura di Kalimantan

Sungai Martapura merupakan salah satu sungai yang ada di Kalimantan. Walaupun pamornya tidak seterkenal Sungai Barito, Martapura tetap mempunyai sisi unik dan bisa menjadi alternatif untuk sejenak menghilangkan penat jika teman-teman sedang berada di Kalimantan tepatnya di Banjarmasin.

Pertengahan bulan April lalu, saya dan beberapa rekan di kantor mendapat tugas untuk mengadakan sebuah acara pelatihan di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Mendarat dari Bandung sekitar pukul 18.00, ternyata waktu di Banjarmasin satu jam lebih cepat dari waktu Bandung, berangkat pukul 16.00 dari Bandara Husein Sastranegara seharusnya sampai di Banjarmasin pukul 17.15 menit, karena waktu lebih cepat satu jam, maka kami tiba pukul 18.00.

Singkat cerita, acara pelatihan telah selesai kami selenggarakan dengan peserta hampir mencapai 1000 orang, akhirnya kami diajak jalan-jalan oleh rekan-rekan panitia asli Kalimantan, salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mengunjungi Sungai Martapura. Sebetulnya kami mampir di sebuah tempat makan, yang salah satu menu andalannya adalah soto banjar. Tempat makan ini berada diatas sungai, bangunannya semacam rumah panggung dan banyak sekali perahu yang berderet di samping tempat makan ini.

sungai martapura

Suasana di atas perahu

Saya lupa apa nama tempat makannya, kalau tidak salah namanya Soto Bang Amat. Ada dua pilihan ketika kita memesan makanan di tempat makan satu ini, kita bisa memilih untuk makan di saung-saung atau makan sambil berkeliling mengarungi Sungai Martapura dengan menggunakan perahu. Kala itu jelas kami memilih untuk makan soto banjar sambil berkeliling dengan perahu.

Mengarungi Sungai Martapura

Setelah memesan soto banjar, kami dipersilahkan untuk menaiki salah satu perahu yang sudah disiapkan, setelah semua pesanan sudah kami terima, perahu pun mulai berjalan dan kami mulai makan dengan lahapnya. Sensasinya itu lho yang unforgettable, makan bersama dengan teman-teman diatas perahu mengelilingi sungai dengan pemandangan yang tidak membosankan, karena kita bisa melihat sisi lain Banjarmasin, rumah penduduk, bangunan bersejarah, ikon-ikon kota dll.

Entah berapa lama kami mengarungi Sungai Martapura, setelah makan sekitar 15 menit, sisanya digunakan untuk berfoto ria mengabadikan setiap jengkal momen yang kami temui. Perahu ini berbentuk seperti saung lengkap dengan atap sehingga kita tidak akan kepanasan ketika menyantap makanan, atapnya sangat kuat, kita bisa berjalan dan bermain-main diatasnya.

sungai martapura

Suasana diatas atap perahu

Setelah makan soto banjar, saya langsung naik ke atap perahu, untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Atap tanpa pembatas atau pegangan di sisinya, sedikit menambah debar jantung. Kadang saya berdiri untuk merasakan sensasi seperti film Titanic. Bagi teman-teman yang akan berkunjung ke Banjarmasin, jangan lupa untuk mencoba pengalaman mengarungi Sungai Martapura, kita akan melihat bagaimana masyarakat disana memanfaatkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

sungai martapura

Berdiri diatas atap perahu

 

JIKA BERMANFAAT, SILAKAN SHARE TULISAN INI YA (KLIK ICON)

No Comments

Leave a Comment