Ayo Jadi Blogger (Lagi)

Konsisten Jadi Blogger

Konsisten jadi blogger – Pagi ini di sebuah Bank sambil menunggu nomor antrian dipanggil, iseng-iseng saya buka facebook dan membaca sebuah tulisan menarik dan inspiratif di blognya Kang Arul. Tulisan ini tentang konsistensi yang harus dimiliki oleh seorang blogger. Saya langsung tertarik ketika pertama membaca judulnya, mengingat saya adalah blogger yang belum konsisten dalam menulis. Membaca kisah yang diceritakan di paragraf-paragraf awal, membuat terharu sekaligus sadar pentingnya konsistensi dalam segala bidang. Begitupun dalam hal blogging.

Ketika awal ngeblog saat kelas 3 SMP, tulisan saya berisi curhatan sehari-hari, kadang soal cinta, cemburu ke pacar, atau kegiatan yang saya lakukan hari itu. Saya tidak peduli ada yang baca atau tidak, yang penting saya menulis. Tanpa sadar, ternyata dulu saya sudah belajar konsisten dalam menulis blog.

Vakum ngeblog semenjak sibuk kuliah dan kegiatan lainnya, bukan vakum total melainkan update tulisan yang semakin jarang. Kadang sebulan sekali bahkan dua bulan sekali. Aktif lagi ketika ada acara Nangkring Kompasiana di Bandung, karena saya bertemu rekan-rekan KBandung (Kompasianer Bandung) dan BloggerBDG. Membuat saya semangat lagi untuk menulis dan bergabung di Komunitas BloggerBDG.

Sebelumnya saya menulis di Kompasiana, karena menurut beberapa rekan, di Kompasiana tulisan kita akan lebih banyak yang baca dan menanggapi, selain itu sering sekali ada lomba-lomba blog yang berhadiah smartphone dan uang jutaan rupiah, tentu hal itu menambah semangat saya untuk menulis kembali walaupun kala itu motivasinya untuk memenangkan lomba blog dan sejenisnya.

Pola pikir semacam ini terus terbawa sampai akhirnya saya punya blog dengan domain sendiri, karena melihat beberapa rekan blogger yang menggunakan domain berbayar itu terlihat lebih keren dan gokil. Saya pun tak mau ketinggalan, segera saya buat hal serupa, selain untuk penyemangat dalam menulis sekaligus supaya terlihat lebih keren. Ngeblog untuk mendapatkan sesuatu adalah hal yang tertanam pada saya saat itu, karena melihat teman-teman yang sliweran update status memenangkan lomba ini itu. Sampai saya lupa hakikat blog yang sebenarnya. Blog yang seharusnya berisi jurnal pribadi berubah menjadi tempat iklan dengan berbagai review produk di dalamnya. Blog yang seharusnya berisi pengalaman dan opini berubah menjadi katalog online.

konsisten jadi blogger

Ilustrasi : blj.co.id

Mindset ini mulai berubah setelah mengikuti Kelas Blogger beberapa waktu lalu, Kang Arul dan Mas Udin sebagai pemateri menyampaikan bagaimana seharusnya seorang blogger menulis, bukan menjadi blogger pesanan, blogger goodie bag atau blogger remahan rengginang. Blogger yang seharusnya menulis tanpa pamrih dengan niat untuk berbagi dengan gaya dan penuturan khas seorang Blogger. Kalaupun ada job untuk mereview sebuah produk, tulislah sebagai seorang blogger bukan sebagai orang yang paham segalanya tentang produk itu, selalu sertakan sudut pandang blogger dan sesuai medan pengalaman.

Setelah membaca beberapa tulisan Kang Arul yang memberikan inspirasi , sedikit demi sedikit saya mulai kembali ke 7 tahun lalu, menjadi blogger yang konsisten dalam menulis, blogger yang menulis tanpa mengharapkan sesuatu karena hasil tidak mungkin menghianati prosesnya, tidak menjadi blogger goodie bag dan sekarang saya niatkan menulis untuk berbagi. Banyaknya komentar bukan masalah bagi saya, yang penting tugas saya harus selalu konsisten dan selalu berbagi lewat tulisan.

Setelah berusaha menjadi blogger yang sebenarnya, saya bersyukur karena banyak orang yang mulai berkunjung, membaca tulisan dan berkirim komentar, ternyata tulisan yang berdasar pengalaman lebih menarik untuk dibaca.

Mari konsisten menulis dan kembali menjadi blogger.

42 total views, 0 views today

24 Comments

Leave a Comment