Ini Dia 4 Fakta Vaksinasi Pada Anak, Aman Gak Ya?

Bagi Anda yang baru mempunyai momongan, maka Anda tidak asing lagi dengan yang namanya vaksin, karena saat bayi lahir sampai usianya sekian bulan, Anda harus bulak balik klinik atau rumah sakit untuk memvaksin anak Anda.

Namun tidak jarang timbul keraguan di benak kita sebagai orang tua, apakah vaksin benar-benar aman untuk anak, kalau tidak divaksin apa efek yang akan terjadi, jika itu pertanyaan Anda, maka Anda harus membaca artikel ini sampai akhir.

Faktanya, vaksin aman untuk digunakan pada anak maupun bayi baru lahir, karena melalui vaksinasi ini kita berarti melindungi mereka dari penyakit yang kemungkinan akan ia derita.

Terus apa jadinya kalau tidak memberinya vaksin? Itu sama saja menempatkan anak kita pada risiko terkena penyakit di kemudian hari, karena “tentara” dalam tubuhnya belum siap untuk melawan serangan penyakit tersebut.

Vaksinasi ibarat mempersiapkan pasukan di dalam tubuh yang nantinya akan siap melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa fakta yang mungkin berguna untuk Anda sebelum Anda membawa anak untuk divaksin.

1. Vaksin itu Bekerja dengan Baik

Dikutip dari healthychildren.org, vaksin telah menjaga kesehatan anak-anak dan telah menyelamatkan jutaan nyawa selama lebih dari 50 tahun. Efektivitas vaksin pada anak mencapai angka 90%-99% terbukti bisa mencegah penyakit.

Tapi tetap saja walaupun sudah divaksin, masih memungkinkan dia terkena penyakit tersebut, namun biasanya gejalanya ringan saja, berbeda dengan anak yang belum divaksinasi.

2. Vaksin itu Aman

Sebagai mana kita tahu, sebelum vaksin didistribusi, terlebih dahulu akan periksa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga kita diperlu ragu akan keamanannya, karena kalau tidak aman, pasti akan ditolak oleh BPOM dan tidak mendapat izin untuk beredar di Indonesia.

Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan vaksin yang beredar saat ini, termasuk vaksin corona yang baru saja datang ke Indonesia, sebelum disuntikkan ke masyarakat, pasti akan dicek oleh BPOM memastikan bahwa vaksin ini aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan kita.

3. Vaksin itu Diperlukan

Vaksin sangat dibutuhkan oleh kita terutama jika muncul virus dan penyakit baru, karena sebelum adanya vaksin maka virus tersebut akan terus menyebar tanpa kendali dan jumlah orang yang terjangkit makin hari akan makin banyak.

4. Vaksin itu Sudah Melalui Berbagai Proses

Untuk membuat sebuah vaksin, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena perlu diuji dahulu dan melihat efek samping yang ditimbulkan, sehingga formulanya bisa terus disempurnakan.

Berikut gambaran singkat tahapan membuat sebuah vaksin:

Tahap 1: Penelitian dasar yang berfokus meneliti virus yang akan dibuat vaksinnya, meneliti sel-sel yang terkait dan sel-sel yang diinveksi oleh virus ini.

Tahap 2: Uji pre-klinis untuk memastikan bahwa vaksin yang dibuat diuji pada sel kemudian dilanjutkan pada hewan untuk percobaan, proses ini sering disebut studi envitro dan envivo. Tujuannya adalah mengetahui keamanannya saat diuji pada manusia.

Tahap 3, 4 dan 5: Uji klinis, yang mempunya 3 fase.

  • Fase satu memastikan keamanan dosis yang aman untuk manusia
  • Fase dua melakukan studi pada manusia dengan jumlah sampel 100-500 orang, studi ini untuk memastikan dan menilai keamanan pada manusia dapat tercapai dan menilai efektivitas serta menentukan dosis optimal
  • Fase tiga melakukan uji sampel pada 1000 sampai 5000 orang untuk memastikan keamanan, efektivitas untuk penggunaan pada pupulasi yang lebih besar.

Jika Anda ingin membaca artikel kesehatan yang lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi halodoc.com, selain bisa mendapatkan informasi, Anda juga bisa chat dengan dokter untuk konsultasi. Kalau Anda butuh obat tapi malas keluar rumah, Anda pun bisa mengunjungi halodoc, karena di halodoc Anda bisa membeli obat yang Anda butuhkan.