fbpx

Copywriter Mindset: Pola Pikir yang Harus Dimiliki Seorang Copywriter

Sebelum Anda belajar copywriting lebih dalam, Anda harus bisa memahami apa itu copywriter mindset atau pola pikir apa saja yang harus dimiliki oleh seorang copywriter agar mampu membuat copywriting yang menjual.

Kenapa hal ini penting?

Karena dengan memahami mindsetnya, Anda akan tau bagaimana cara kerja dan apa yang harus dilakukan oleh seorang copywriter saat membuat sebuah copy.

Percuma Anda punya 1000 teknik copywriting tapi gak paham mindsetnya, bisa jadi semua teknik yang Anda punya gak ada artinya, maka jangan heran kalau copywriting Anda gak ngena, jualan Anda gak laku.

Beda cerita kalau Anda paham mindset nya, semua akan terasa lebih mudah.

Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas, mindset apa saja yang harus dimiliki seorang copywriter.

Mindset #1: Copywriter adalah Problem Solver

Saat Anda jadi copywriter atau penulis iklan, maka Anda dianjurkan untuk mengadaptasi pola pikir seorang problem solver atau pemecah masalah.

Bisnis adalah soal penyelesaian masalah, produk Anda akan laris kalau produk tersebut bisa menyelesaikan masalah customer.

Contoh, jika Anda punya customer dengan masalah berat badan, kemudian Anda tawarkan ke mereka produk yang bisa menurunkan berat badan, kira-kira mereka mau beli gak?

Jawabannya: PASTI BELI.

Karena produk Anda adalah jalan keluar dari masalah yang mereka miliki.

Begitu juga copywriter, pada saat nulis copy, posisikan diri Anda sebagai problem solver, orang yang siap membantu customer keluar dari masalahnya.

Bagaimana caranya?

1. Fokus pada masalahnya

Fokuslah pada masalah yang dimiliki oleh customer, jangan terlalu fokus betapa bagusnya produk Anda, karena pada dasarnya customer gak peduli dengan Anda ataupun produk Anda, mereka hanya peduli ‘manfaat apa yang akan mereka dapatkan’ kalau beli produk Anda.

Jadi jangan salah fokus.

Kalau Anda sudah tau masalah mereka, maka fokuslah ke cara bagaimana Anda bisa membantu mereka keluar dari masalahnya.

Pikirkan bagaimana produk Anda bisa jadi jalan keluar buat mereka.

2. Harus lebih banyak “Anda” dari pada “Saya”

Sudah saya sebutkan di awal, bahwa customer tidak peduli dengan Anda atau pun produk Anda, mereka hanya peduli pada diri mereka.

Bukan salah Anda, bukan juga salah mereka, emang begitu dari sananya.

Maka dalam copywriting, fokuslah ke mereka dengan menyebut “Anda”, “Kamu” atau panggilan sejenis untuk customer Anda.

Coba bandingkan dua copy berikut ini:

Copy #1

Halo, saya adalah pebisnis sukses yang sudah berpengalaman dan saya akan mengadakan seminar bulan depan, silahkan daftar.

Copy #2

Anda pebisnis online? Mau tau cara meningkatkan omset bisnis secara signifikan? Anda bisa join ke seminar ABC yang akan dilaksanakan bulan depan.

Gimana? Beda kan rasanya?

Copy pertama terlalu banyak menceritakan ‘saya’.

Copy kedua fokus pada audiens dengan lebih banyak menyebut ‘Anda’.

3. Bersikap empati pada audiens

Untuk bisa menyelesaikan masalah seseorang, kadang kita harus berusaha berada di posisi mereka, supaya kita mengerti apa masalah yang dihadapi, kesakitan apa yang mereka alami, sehingga kita bisa merumuskan jalan kaluarnya.

Jadi, posisikan diri sebagai customer, agar Anda tau apa yang sebetulnya mereka inginkan.

Mindset #2: Siap Menerima Kritik

Saat Anda menulis iklan, jangan anti terhadap kritik, karena bisa jadi kritik tersebut akan membuat iklan Anda jadi tambah keren.

Kesalahan copywriter pemula adalah merasa tekniknya udah paling bagus dan gak mau nerima kritik, padahal kritik itu nasihat gratis yang diberikan oleh orang lain buat kita.

Dengen menerima kritik, kita akan belajar dan bertumbuh, karena kritik adalah masukan yang luar biasa.

Misal Anda sudah menulis copy yang menurut Anda keren banget, kemudian saat Anda upload atau perlihatkan ke teman, mereka bilang copy Anda masih belum optimal, masih kurang persuasif.

Kalau mindset Anda benar, maka kritik tersebut akan Anda jadikan masukan untuk perbaikan kedepannya, tapi kalau mindsetnya salah, Anda akan baper malah jadi sebel ke si temen tadi.

So, jangan anti kritik ya.

Mindset #3: Copywriting Bukan Sekedar Nulis

Seperti Anda tau, saya sering bagi-bagi tips copywriting di Instagram @jarhie, saking seringnya sampai ada yang kirim DM nanya

“Mas, bisa bikinin copywriting buat jualan saya nggak?”

Lalu saya jawab

“Bisa!”

Kemudian saya tanya bisnisnya apa, target marketnya siapa dll, kemudian dia nanya

“Biayanya berapa Mas”

Saya kasih harga puluhan ribu untuk 1 caption, dan dia bilang

“Mahal juga ya”

Setelah itu dia menghilang entah kemana.

Poinnya adalah masih banyak yang menganggap “copywriting itu kan cuma nulis kata-kata doang”, maka gak heran kalau masih menganggap ini ilmu sekedar nulis, padahal copywriting itu mempelajari psikologis manusia.

Copywriter harus tau triger apa yang membuat manusia mau tergerak buat beli, apa masalah yang mereka hadapi, apa keinginan terbesar mereka, dan maish banyak lagi, jadi bukan sekedar nulis, melainkan riset mendalam sana-sini.

Jadi, buang jauh-jauh mindset copywriting cuma sekedar nulis, karena copywriting jauh diatas itu.

Mindset #4: Selalu Meningkatkan Kemampuan

Baru bisa beberapa teknik aja udah ngerasa jago, kalau Anda termasuk orang yang kayak gitu, mending kubur dalam-dalam mindset tersebut, karena kalau mindset Anda masih begitu, Anda bakal sulit buat tumbuh karena udah ngerasa paling ahli.

Copywriter sejatinya mereka yang mau terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri, karena dengan hal ini skillnya akan terus terasah dan kemampuannya bakal semakin tajam.

Bagaimana caranya?

Banyak, Anda bisa membaca buku, ikut kursus online dan belajar ke copywriter yang lebih berpengalaman.

Karena kita akan bertumbuh kalau mau terus belajar.

Mindset #5: Terus Latihan

Bruce Lee pernah bilang:

“Aku lebih takut kepada orang yang melatih 1 buah jurus tendangan 1000 kali, daripada kepada orang yang berlatih 1000 jurus tendangan 1 kali”

Bruce Lee

Poinnya adalah seberapa sering Anda latihan, bukan seberapa banyak Anda punya jurus.

Percuma kalau Anda punya 100 teknik copywriting tapi gak pernah latihan, hasilnya zonk.

Tapi lain halnya kalau Anda cuma punya 1 teknik copywriting yang terus dilatih tiap hari, nanti Anda bakal nemu polanya sendiri dan copynya pasti powerful dan persuasif, pokoknya sekali tulis dijamin laris.

Satu-satunya cara untuk menguasai satu keahlian adalah dengan terus latihan.

Percuma Anda follow Instagram saya @jarhie, belajar banyak teknik copywriting disana tanpa praktek sama sekali, saya jamin apa yang saya sharing gak akan berarti apa-apa buat Anda, gak akan meningatkan omset bisnis Anda.

Karena yang menentukan berhasil atau enggaknya adalah action yang Anda lakukan.

Itulah 5 copywriter mindset yang harus Anda miliki, agar saat Anda menulis copy, Anda mampu menulis copy yang luar biasa dan jos gandos.

Baca juga 5 Kesalahan Copywriting yang Bisa Menurunkan Penjualan

Default image
Fajar Hidayat
Fajar Hidayat adalah seorang copywriter dan digital marketer yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun di dunia digital marketing dan bisnis online. Selain itu, Fajar Hidayat merupakan pendiri dari Sekolah Blogger dan CopyLabs.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.