Begini Cara Menulis Reportase Ala Blogger

Menulis Reportase Ala Blogger

Reportase ala blogger akan sedikit berbeda dengan reportase yang dibuat oleh seorang jurnalis. Apa bedanya? Kita akan sama-sama bahas di tulisan ini. Sebelum itu, kita harus tau apa itu reportase, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (online) reportase berarti pemberitaan, laporan atau laporan kejadian. Menurut Wikipedia, reportase adalah laporan secara langsung dari lapangan yang dilakukan jurnalis media elektronik dengan seketika untuk tujuan menginformasikan fakta-fakta agar orang tertarik, baik dilengkapi wawancara maupun tidak.

Pada kelas blogger yang diadakan pada Desember tahun lalu, saya mendapat banyak pengetahuan dari Mas Udin, beliau pernah bekerja sebagai seorang jurnalis di salah satu televisi kenamaan Indonesia, lebih dari 9 tahun beliau berkecimpung di dunia pemberitaan, dan reportase sudah menjadi makanan sehari-hari.

Menurut penuturannya, reportase ala blogger akan berbeda dengan reportase seorang jurnalis. Sebelum melaporkan sebuah berita, para jurnalis sudah menyiapkan poin-poin apa saja yang nanti harus dilaporkan, dan poin-poin itu kita kenal sebagai rumus 5W + 1H. Jika kita pernah membaca hasil reportase seorang jurnalis, kita akan merasakan ada kekakuan pada setiap tulisannya, kenapa? Karena jurnalis hanya melaporkan sesuai panduan 5W + 1H.

reportase ala bloggerLalu bagaimana dengan blogger ketika menulis reportase? Ini enaknya menjadi blogger, dalam penulisannya kita tetap harus menggunakan rumus dasar 5W + 1H, TAPI seorang blogger masih bisa mengemukakan pendapat/pandangan pada tulisan tersebut dengan bahasa yang lebih luwes dan lebih bersifat personal, sehingga kesan kaku akan hilang. Selain itu, blogger sangat diuntungkan karena memiliki ruang menulis yang tidak terbatas, berbeda dengan tulisan di media cetak atau online, ada batasan jumlah kata yang harus diperhatikan.

Reportase Ala Blogger

Ada empat sifat reportase yang harus kita ketahui sebelum kita menulis sebuah reportase.

1. Nyata

Reportase adalah melaporkan sebuah berita atau kejadian, kita tidak boleh mengarang atau mengada-ngada atau mungkin hanya sekedar membuat sensasi.

2. Unik

Keunikan adalah hal yang bisa menjadi pembeda blogger satu dengan yang lain, karena setiap blogger punya gaya tutur, sudut pandang dan pendapat/pandangan masing-masing, hal ini akan membuat tulisan reportase menjadi unik dan menarik. Buatlah reportase dengan pengambilan sudut pandang yang  mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain.

Sebagai contoh, ketika ada 10 blogger meliput peluncuran sebuah smartphone, maka mayoritas akan membahas bagaimana acara itu berlangsung, tapi cobalah buat materi dengan sudut pandang berbeda, kita bisa membahas ‘bisa tidak sih smartphone tersebut dijadikan alat bantu untuk mengedukasi anak’ dengan tetap menulis proses launchingnya juga.

3. Baru

Fresh from the oven, penulisan reportase harus bersifat baru karena reportase berhubungan dengan waktu. Jika kejadian terjadi hari ini, sebisa mungkin kita tulis dan publish hari ini juga, jangan sampai kita baru publish sebulan kedepan, tentu tulisan itu akan basi dan bukan lagi reportase.

4. TKP

Apa maksudnya? dalam sebuah peliputan, kita harus benar-benar ada di tempat dan menyaksikan langsung apapun yang terjadi disana, kita tidak bisa menuliskan reportase bersumber dari ‘katanya’. Di dunia online ada istilah “no photo hoax” sebisa mungkin ambil gambar yang baik dan kalau bisa kita ada di gambar tersebut, selfie juga boleh. Itu akan memperkuat tulisan dan meyakinkan pembaca karena kita memang benar ada di lokasi peliputan.

Menulis reportase ala blogger itu asyik, karena lebih lentur dan kita bisa menambahkan pandangan pada tulisan tersebut. Jika teman-teman punya pendapat lain, silahkan tulisa di kolom komentar ya.

241 total views, 0 views today

17 Comments

Leave a Comment