Uniknya Bakso Syar’i, Usaha Sambil Berdakwah

Menikmati Bakso Syar’i

Mengulas sedikit tenang Bakso Syar’i. Bulan April lalu saya berkesempatan mengunjungi kota Banjarmasin, saat itu memang ada tugas dari kantor untuk membuat sebuah pelatihan. Selesai acara, saya dan tim dari Bandung diajak berkeliling menikmati suasana Kota Banjarmasin, mengarungi Sungai Martapura kemudian ditutup dengan wisata kuliner makanan khas Kalimantan.

Dalam perjalanan pulang ke hotel, saya dan tim diajak mampir ke sebuah warung bakso, namanya Bakso Syar’i. Warung bakso ini berbeda dengan beberapa warung bakso yang pernah saya singgahi, berada di sebuah bangunan cukup besar dengan deretan meja dan kursi yang ditata layaknya sebuah café ditambah lagi dengan tulisan-tulisan inspiratif yang menghiasi setiap sudut warung bakso ini.

Saat mampir, ada beberapa keluarga yang asyik bersenda gurau dalam satu lingkaran meja, tempat ini memang pas untuk dijadikan tempat istirahat sambil mengisi perut keroncongan. Walaupun letaknya di tanah Borneo, tapi menu basko yang disediakan adalah menu bakso khas Malang, mungkin pemiliknya memang asli orang Malang dan sengaja membuka usaha di Kalimantan.

Keunikan Bakso Syar’i

Ada beberapa hal yang membuat warung Bakso Syar’i ini terlihat unik

1. Menggunakan arang

bakso syar'i

Warung bakso lain sudah banyak menggunakan kompor gas untuk menghangatkan baksonya, di Bakso Syar’i semua itu dilakukan dengan cara tradisional yaitu menggunakan arang. Teman-teman pasti pernah menyantap nasi yang dimasak dengan arang, rasanya jauh lebih enak kan? sama halnya dengan apa yang dilakukan warung bakso ini. Penggunaan arang bertujuan agar rasa yang dihasilkan mempunyai ciri khas tersendiri.

2. Tempat khusus bagi yang bercadar

bakso syar'i

Bagi sahabat-sahabat kita yang memakai cadar, tentu tidak bisa makan di sembarang tempat, harus memilih tempat yang nyaman dan tertutup. Bakso Syar’i menyediakan tempat khusus bagi kaum hawa yang menggunakan cadar, sekilas dari luar tempatnya cukup luas dan nyaman dengan penutup pada setiap sisinya.

3. Bilingual

bakso syar'i

Salah satu hiasan dinding di warung ini bertuliskan “Kami melayani 3 bahasa Internasional, Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris” saya tidak sempat mencoba yang satu ini, tapi kalau teman-teman ada kesempatan mampir, silahkan dicoba saja, kalau memang warung ini bisa melayani dalam Bahasa Inggris dan Arab tentu ini merupakan hal yang gokil.

4. Gratis bagi hafidz Al-Quran

bakso syar'i

Beruntung sekali bagi teman-teman yang sudah hafal Al-Quran 30 juz, karena jika mampir ke Bakso Syar’i, teman-teman bebas menikmati menu bakso tanpa harus membayar sepeserpun. Untuk mekanismenya mungkin akan dites menyambung ayat secara acak dalam Al-Quran.

Bakso Syari’i, selain tempat usaha, warung ini juga tempat berdakwah. Secara tidak langsung kita diajarkan beberapa hal sekaligus, mulai dari bagaimana kita harus menghargai sesama dan ajakan untuk terus belajar.

299 total views, 0 views today

11 Comments

Leave a Comment