8 Tips Membuat Website Portofolio Profesional

Membuat Website Portofolio

Ditulisan kali ini saya akan berbagi tips membuat website portofolio. Ketika kita akan terjun ke dunia kerja atau dunia profesional, dalam hal ini adalah desainer grafis, kita akan diminta untuk menunjukkan portofolio, project desain apa saja yang sudah kita kerjakan. Sebagai desainer, kita perlu wadah yang bisa menampilkan hasil karya desain yang sudah kita buat. Dizaman serba internet ini, tepat rasanya jika kita memanfaatkan media wesbite sebagai tempat untuk menampilkan karya-karya desain yang kita miliki.

Dalam membuat website portofolio tentu tidak boleh asal-asalan, semuanya harus dikemas sebaik mungkin, seperti konsep visual dan tata letaknya harus efektif, sehingga bisa meyakinkan calon klien bahwa kita memang profesional dan ahli dibidangnya.

membuat website portofolio

6 tips dibawah ini semoga bisa membantu teman-teman ketika ingin membuat website untuk portofolio

1. Tujuan

Hal pertama adalah tetapkan tujuan kita membuat website portofolio, apakah website tersebut kita gunakan untuk mencari kerja, menjual karya desain, atau hanya sekedar untuk menampilkan karya.

2. Pilih theme yang sesuai

Jika kita seorang desainer grafis, maka pilihlah theme/template website yang sesuai dengan bidang yang kita tekuni, jangan sampai kita menggunakan theme e-commerce atau magazine.

3. Sederhana

Kesederhanaan adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan, buatlah semuanya menjadi sederhana. Pilih theme yang simpel dengan warna yang enak dipandang, perhatikan juga layout website sehingga nantinya kita akan mempunyai tampilan website yang rapi tidak semrawut. Website yang semrawut akan membosankan untuk pembacanya.

4. Navigasi mudah

Atur sedemikian rupa sehingga navigasi menjadi mudah, usahakan calon klien tidak bingung ketika hendak mencari sesuatu di website portofolio kita. Kita bisa memisahkannya sesuai kategori atau menu-menu sederhana.

5. User friendly

User friendly adalah hal yang tidak kalah penting, perhatikan apakah website kita kompatibel dengan berbagai platform yang ada, apakah website kita bisa berjalan dengan baik ketika dibuka melalui smartphone. Waktu loading saat membuka halaman juga menjadi bahan pertimbangan bagi klien atau visitor website, jika website kita mempunyai loading yang cukup lama, biasanya orang akan malas untuk mampir lagi.

6. Buatlah ciri khas

Ciptakan sesuatu yang membedakan kita dengan desainer lainnya, itu sekaligus menjadi ciri khas yang kita miliki. Bisa juga dilakukan dengan cara menampilkan gaya desain ciri khas kita. Biasanya setiap desainer mempunyai gaya desainnya masing-masing, maka maksimalkanlah hal itu.

7. Informasi kontak

Informasi kontak sangat diperlukan jika nantinya ada klien yang tertarik dengan karya desain kita. Ini juga bisa digunakan oleh pembeli untuk menghubungi kita, jika tujuan kita memang untuk berjualan karya. Sisipkanlah kontak yang mudah dihubungi dan pastikan kita respon kapanpun.

8. Testimoni

Jika kita sudah pernah membuat project desain sebelumnya, cobalah untuk meminta testimoni yang nantinya kita pasang di website portofolio, ini akan lebih meyakinkan calon klien.

Itu beberapa tips membuat website portofolio prosefional yang bisa saya share. Jika ada tambahan bisa dituliskan dikolom komentar ya teman-teman.

JIKA BERMANFAAT, SILAKAN SHARE TULISAN INI YA (KLIK ICON)

No Comments

Leave a Comment