8 Langkah Agar Foto Anda Bercerita

8 Langkah Agar Foto Anda Bercerita

Bagaimana caranya agar foto Anda bercerita? Sebelum itu, mari kita flashback. Zaman dulu, fotografi hanya dimiliki oleh sebagian orang, salah satunya adalah wartawan atau jurnalis, mengapa demikian? Karena zaman dulu kamera dan perlengkapan lainnya sulit untuk diperoleh, kalaupun ada, ukurannya cukup besar dan agak ribet sih. Perkembangan zaman terus bergulir, kini fotografi adalah milik semua orang. Kamera yang dulunya segede gambreng, kini berukuran kecil dan bisa dibawa kemanapun kita pergi.

Ketertarikan masyarakat pun meningkat, khususnya di dunia fotografi, seiring munculnya kamera-kamera canggih yang bisa menghasilkan gambar super jernih, bahkan, hampir semua telepon genggam yang kita miliki sudah tersemat kamera di dalamnya, memudahkan kita memotret kapan pun dimana pun.

agar foto anda bercerita

Tentu sayang jika memotret hanya sekedar jepret lalu disimpan, banyak hal yang  bisa kita lakukan dalam dunia fotografi, salah satunya adalah bercerita melalui foto. Lalu bagaimana caranya agar foto Anda bercerita? Ada 8 langkah yang saya dapatkan dari Mbak Arum (Jurnalis Kompas) saat menghadiri Blogger Gathering di salah satu restoran cepat saji.

Baca juga : 10 Tips Traveling Pakai Motor ala Jarhie

Langkah-langkah Agar Foto Anda Bercerita

1. Mengamati / Observasi

Ingat, pada langkah ini kita harus menanamkan sugesti bahwa “segala sesuatu itu menarik”. Andai saja kita memperhatikan, hal-hal di sekitar kita itu sangat menarik untuk diamati. Langkah mengamati ini, kita bisa mulai dari hal yang paling terdekat dengan kita, misalkan amati tempat kita duduk, tidur, bekerja atau mungkin jalan yang kita lewati, amati keadaan sekitar dan temukan ‘sesuatu’ yang bisa jadikan objek foto.

2. Bercerita

Setelah selesai melakukan observasi, langkah selanjutnya adalah bercerita. Ceritakan setiap momen dan hal menarik yang telah kita amati, mintalah saran dari teman atau sesama pehobi fotografi, dan jangan lupa semua itu harus dicatat. Ini semua akan lebih memperkaya ide dan sudut pandang kita.

3. Mengumpulkan

Kita sekarang mempunyai dua bahan, hasil observasi dan saran/respon teman terhadap hasil pengamatan. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan dua hal tersebut menjadi satu dan buatlah peta pikiran (mind mapping) sederhana, hal ini akan membuat munculnya ide-ide dan kita bisa menarik kesimpulan.

4. Menganalisa

Dari mind mapping tadi, kita akan menemukan banyak sekali ide baru, penjabaran hasil observasi dan saran dari teman. Kita harus memilah ide-ide mana saja yang kita bisa ambil dan memungkinkan untuk kita eksekusi. Setelah itu, buatlah shotlist (list jepretan) dari ide-ide yang telah kita pilah, kira-kira kita akan memotret apa saja.

5. Mencari Referensi

Carilah referensi foto dari berbagai sumber, dengan banyak melihat referensi, wawasan kita akan lebih terbuka dan menemukan sudut pengambilan gambar yang unik. Ada beberapa sumber yang kita bisa jadikan referensi :

1. Foto

Tidak terlalu sulit mencari referensi foto-foto keren, salah satunya kita bisa mencari di Instagram, dengan mengetikan sebuah kata kunci kita akan langsung menemukan sejumlah foto yang kita inginkan. Cara lainnya adalah mencai referensi dari akun-akun fotografer profesional, bisa dari fotografer wedding atau fotografer produk.

2. Buku

Banyak buku yang kini mempunyai foto-foto menarik, jika ingin mudah, Anda bisa coba mencari buku essay foto yang biasanya akan menampilkan lebih banyak foto daripada tulisan, dan setiap foto itu sudah melewati proses pemilihan yang sangat teliti.

3. Film

Referensi yang satu ini adalah favorit saya. Dalam film, kita bisa melihat sudut pengambilan gambar yang unik, menjadikan film lebih dramatis dan mempunyai keindahan tersendiri. Semua itu bisa tersampaikan karena dalam setiap produksi film, fotografer dan videografer profesional selalu dilibatkan untuk memberi arahan pengambilan gambar dan adegan yang pas, sehingga membantu director dalam mengemas sebuah film.

6. Memotret

Saatnya kita action, mulailah memotret. Tak perlu menggunakan kamera mahal, karena menurut Arbain Rambey “Kamera terbaik adalah kamera yang kita punya”, jadi gunakanlah kamera yang kita miliki sekarang. Kamera handphone bisa menjadi salah satu pilihan yang oke, karena kini teknologi kamera ponsel sudah canggih dan mempunyai resolusi yang tidak kalah dengan kamera pocket.

Potretlah hal-hal sekitar sesuai shotlist yang sudah kita punya, coba ambil gambar dari berbagai sudut, atas bawah kanan kiri samping serong sana serong ini dll. Potret sebanyak mungkin agar kita mempunya banyak pilihan.

7. Kurasi / Memilih

Setelah kita mempunyai stockshot yang cukup banyak, tentu kita tidak akan menggunakan semua foto itu, kita harus mengurasi/memilih foto mana saja yang sekiranya mempunyai resolusi yang bagus, jelas dan mewakili ide yang ingin kita sampaikan.

Mungkin 10% saja yang akan kita gunakan dari semua jumlah foto yang telah kita potret. Jika kita mempunyai 100 foto, bisa jadi hanya 10 saja yang benar-benar masterpiece 🙂 Hal ini terjadi juga di kalangan fotografer profesional, jadi tak perlu khawatir.

8. Menyusun Pola 

Sekarang kita sudah mempunyai foto yang siap untuk diperlihatkan ke khalayak ramai. Pameran foto bisa menjadi salah satu pilihan untuk Anda unjuk gigi, tapi ini perlu biaya dan tenaga yang lumayan. Cara yang lebih mudah dan murah adalah dengan share foto tersebut ke sosial media milik kita, dan mintalah tanggapan dari setiap orang yang melihatnya.

Semoga tulisan 8 Langkah Agar Foto Anda Bercerita ini bermanfaat ya.

646 total views, 0 views today

12 Comments

Leave a Comment