3 Langkah Dakwah Kreatif Melalui Media Sosial

Dakwah Kreatif Melalui Media Sosial, Why Not?

Sebelum saya mengulas tentang dakwah kreatif melalui media sosial, alangkah baiknya kita bahas kata perkata yang menjadi judul bahasan kali ini.

Dakwah berarti mengajak atau menyeru, setidaknya itu yang pernah saya dengar ketika mengaji pada ustadz, Wikipedia pun berkata senada dalam mengartikan kata dakwah. Sebelum saya dan Anda mengetahui definisi  kata dakwah, apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar kata itu? Sebagian besar mungkin akan berpendapat sama dengan saya, ketika mendengar kata dakwah, seketika akan terbayang orang yang sedang berbicara diatas mimbar atau di depan banyak orang dengan menyampaikan ayat-ayat Yang Maha Kuasa, iya kan?

Dakwah tidak melulu harus seperti itu, dakwah tetap bisa dibuat seru, keren dan kreatif. Saya bukanlah orang yang pandai menyampaikan ayat-ayat suci, berdiri mambahas intisari ayat apalagi menjawab pertanyaan seputar agama. Karena dakwah bisa disampaikan dengan berbagai cara, bisa melalui pekerjaan, hobi ataupun passion kita masing-masing. Pernah dengar kata-kata “Sampaikanlah kebaikan walau satu ayat”, nah inilah tugas kita semua, menyampaikan kebaikan walaupun sedikit.

dakwah kreatif melalui media sosial jarhiedotcom

Jika mimbar itu milik para ustadz dan ulama, sebagai generasi X dan generasi Y kita punya media sosial untuk jadi lahan berdakwah. Kenapa media sosial? Karena disana kita dapat mem-posting apapun kapanpun dimanapun hanya dengan sentuhan jari. Bayangkan jika kita menulis, mengunggah dan men-share konten yang bermanfaat, berapa banyak orang yang akan mendapatkan kebaikan. Jika kita ikhlas, insya Allah semuanya akan dicatat sebagai amal ibadah kita.

Cara Dakwah Kreatif Melalui Media Sosial

Lalu bagaimana caranya berdakwah kreatif di media sosial, caranya mudah :

1. Buatlah konten yang bermanfaat

Content is king, itulah yang pernah saya pelajari dalam dunia SEO, sepertinya itu juga berlaku dalam banyak hal. Konten adalah raja, sebaik apapun teknik yang kita kuasai, jika kontennya biasa saja, maka akan terlihat biasa. Sebaliknya, ketika kita memiliki konten yang luar biasa, walaupun dikemas dengan cara sederhana, tak perlu khawatir, itu akan viral dengan sendirinya. Temukan konten yang benar-benar bermanfaat dan banyak dibutuhkan oleh orang lain.

Konten ini bisa berupa apapun, bisa tulisan, gambar ataupun video. Jika belum mampu membuatnya sendiri, langkah paling mudah adalah dengan men-share postingan-postingan bermanfaat dan dari sumber terpercaya, misalkan Fanpage Ulama atau siapapun yang kita anggap mempunyai konten yang bagus.

Jika Anda menemukan tulisan dari para ustadz atau ulama, bagikanlah dan tambahkan gambar yang bisa mendukung isi tulisan tersebut. Tapi, Anda juga harus hati-hati dalam membagikannya, pastikan sumber terpercaya dan pastikan isinya baik dan bermanfaat bagi orang banyak, ingat yaa harus HATI-HATI!

2. Sesuaikan dengan tren

Lihat tren yang sedang berkembang di warga media sosial, atau isu yang sedang ramai diperbincangkan, jangan masuk ke ranah yang berbau SARA dan tidak kita mengerti. Carilah domain yang netral dan aman. Contohnya, kini di Bandung sering terjadi banjir, kita bisa mencari hadits atau ungkapan ulama yang bisa menyemangati saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut, atau doa agar terhindar dari musibah. Ini hanya contoh yaa.

Beberapa waktu lalu, saya pernah membuat meme/quote tentang Iman yang saya gabungkan dengan tren yang memang sedang booming saat itu, yaitu Game Pokemon, alhasil meme itu viral kemana-mana dan susah dibendung penyebarannya. Selain isinya yang dinilai bagus, pesan yang kita sampaikan pun relevan dengan isu yang hangat menjadi buah bibir banyak orang.

Baca juga : Dibalik Viralnya Quote Pake Iman

3. Kemas secara menarik

Kemasan juga penting, karena inilah hal pertama kali kita lihat dalam hal apapun, ketika membeli permen hingga membeli buku, tidak sedikit orang yang membeli barang karena kemasannya unik dan lucu.

Saya biasa membuat meme/quotes dalam proses dakwah ini, karena hal itulah yang paling mungkin saya lakukan dan paling mudah. Isi quotenya pun bermacam-macam, mulai dari hadits, ayat suci Al-Quran hingga quote yang saya ciptakan sendiri. Untuk quote yang saya buat sendiri, biasanya saya bubuhkan sedikit humor, selain pesannya sampai, diharapkan setiap orang yang melihatnya bisa tersenyum, dan itu Insya Allah kebaikan.

cara dakwah kreatif melalui media sosial

Jika Anda mempunyai quotes-quotes seperti yang sering saya buat, lalu ingin dikemas secara menarik, caranya sangat mudah, karena kini banyak sekali aplikasi yang bisa gunakan untuk membuat quote/meme keren dan unik, salah satu yang saya gunakan adalah Canva, tinggal pilih gambar kemudian tuliskan kata-kata dan taraaaaa quote keren pun jadi dan siap dipublish.

Pada dasarnya, dakwah bukanlah tugas ustadz ataupun kyai saja, dakwah adalah tugas kita, tugas untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang pada kebaikan. Dakwah bisa dilakukan dengan cara kita masing-masing, saya seorang Desainer sekaligus Creative Content Creator, maka saya berdakwah melalui visual. Jika Anda polisi, berdakwahlah dengan mengingatkan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan berdoa ketika hendak bepergian. Jika Anda pedagang, Anda bisa menjadikan kegiatan jual beli sebagai lahan dakwah, denga bersika jujur dan saling mengingatkan sesama pedagang.

Berdakwahlah dengan cara kita masing-masing ^_^ Semoga tulisan dakwah kreatif melalui media sosial ini bermanfaat. Jangan lupa share ya semoga menjadi nilai dakwah

16 Comments

  • bee balqis 14/11/2016 at 04:03

    Setuju banget. Karena sejatinya, bukan dakwah yang butuh kita. tapi kita yang butuh dakwah. Itu sih yang sering teman2 saya ingatkan ke saya. Lewat dakwah kreatif semoga semakin banyak, saudara-saudara muslim kita yang bergerak dalam kebaikan ya

    Reply
    • Jarhie 14/11/2016 at 04:42

      Setuju Mba Balqis, Aamiin 🙂

      Reply
  • bena 14/11/2016 at 06:19

    hmm,
    gimana yaaa.
    dakwah dakwah yng sekarang terlalu yaaa gitu deh lebih ke “yaelah….”
    dakwah yang terjadi di era sosial media sekrang gampang banget nyebarnya. saya pribadi sebagai user sosmed mending ngeliat aja, tanpa perlu ikut2an berdakwah. ehe ehe ehe.

    Reply
    • Jarhie 15/11/2016 at 21:09

      Semua orang punya cara masing-masing kan 🙂 Tidak semuanya bisa dan mau dakwah melalui sosmed, syukur-syukur kalau tetep bisa dakwah, kalaupun nggk mau emang pilihan paling bagus ya jadi silent reader hehehe

      Reply
  • nabila 14/11/2016 at 07:21

    Terima kasih Mas Jarhie, tulisan ini menggugah saya untuk terus berdakwah salah satunya lewat tulisan. Dakwah hari ini memang harus kreatif..

    Reply
    • Jarhie 14/11/2016 at 08:09

      Betul Mba Nabila, mari kita terus berdakwah dengan cara masing-masing 🙂

      Reply
  • Lukiluck 15/11/2016 at 01:24

    Salut mas! Dakwah di media sosial jaman sekarang ini memang jitu!

    Reply
    • Jarhie 15/11/2016 at 21:02

      Iya apalagi sasarannya anak muda, harus disesuaikan dengan gaya mereka 🙂

      Reply
  • hendro 15/11/2016 at 07:59

    Super sekali tulisan mas Jarhie ini. Dengan dakwah di dunia maya bisa menjangkau lebih banyak orang daripada dakwah hanya di suatu tempat.

    Dan saya setuju juga dengan kemasan dakwah yang mas Jarhie sarankan. Semakin banyak orang yang melihat judul atau gambar yang menarik, maka pasti orang tersebut akan membaca isi dari tulisan kita dan jika tersentuh dan bermanfaat oleh dakwah kita tersebut maka kita sudah berdakwah dengan baik, kreatif dan efektif.

    Reply
    • Jarhie 15/11/2016 at 21:12

      Iya Mas, kemasan juga harus diperhatikan jika memang dakwah ini menyasar kalangan-kalangan remaja 🙂

      Reply
  • Naqiyyah Syam 16/11/2016 at 02:14

    Salam kenal ya, kemasan menarik memang harus dilakukan agar dakwah kian menyebar, thanks sharingnya ya

    Reply
    • Jarhie 16/11/2016 at 02:18

      Sama-sama Mba 🙂 Salam kenal

      Reply
  • ahmad andriana 16/11/2016 at 09:10

    “… seketika akan terbayang orang yang sedang berbicara diatas mimbar atau di depan banyak orang dengan menyampaikan ayat-ayat Yang Maha Kuasa, iya kan?

    Dakwah tidak semenyeramkan itu …”

    Hmm, saya bahas kalimat yg di atas aja ya. Agak kurang pas bacanya. Kata ” Dakwah tidak semenyeramkan itu” tidak menggambarkan kalimat sebelumnya: 1. berbicara diatas mimbar atau di depan banyak orang, 2.menyampaikan ayat-ayat Yang Maha Kuasa. Menyeramkannya di mana? Kecuali dakwahnya dengan menghunus pedang, menodongkan senjata, dll. Atau memang definisi “menyeramkan” kita berbeda? Punten, dalam hal ini saya tidak setuju. Mending diedit deh, takutnya menimbulkan persepsi lain. Selebihnya, tulisannya bagus. Nuhun

    Reply
    • Jarhie 16/11/2016 at 12:10

      Terima kasih koreksinya Mas 🙂

      Reply
  • Khafidlul 18/02/2017 at 08:42

    assalamualaikum wrwb
    alhamdulilah jazakallahu khairan mas tips nya , btw saya juga baru memulai proses dakwah via youtube baru bikin Channel. insyaAllah tips nya membantu. Ohiya tema yang saya ambil adalah IKHWAN TV jadi saya lebih berharap yang menonton Videp nya adalah ikhwan. isinya tentang bagaimana menjadi laki2 yang benar secara Syariat dan agama. sekali lagi trmksh dan mohon Saran kritik dari teman2 sekalian

    wassalamualaikum wrwb

    Reply
    • Jarhie 18/02/2017 at 09:53

      Waalaikumsalam Mas.
      Alhamdulillah mari kita sama-sama berjuang

      Reply

Leave a Comment